CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Selasa, 16 Juni 2009

Perumusan Tekanan Osmotik

Perumusan Tekanan Osmotik dapat dinyatakan sebagai berikut :

Dimana M adalah molaritas larutan, R adalah konstanta gas (0,0821 L . atm/K . mol), dan T adalah suhu mutlak. Tekanan osmotik dinyatakan dalam atmosfer. Karena pengukuran tekanan osmotik dilakukan pada suhu tetap, konsentrasi disini dinyatakan dengan satuan yang lebih mudah, yaitu molaritas, bukannya molalitas.

Seperti halnya kenaikan titik didih dan penurunan titik beku, tekanan osmotik pun berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Ini tentunya mudah diperkirakan, dengan tetap mengingat bahwa semua sifat koligatif bergantung hanya pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan. Jika kedua larutan mempunyai konsentrasi yang sama, dan dengan demikian memiliki tekanan osmotik yang sama, maka keduanya disebut dalam keadaan isotonik. Jika kedua larutan memiliki tekanan osmotik yang tidak sama, larutan yang lebih pekat disebut hipertonik dan larutan yang lebih encer disebut hipotonik. (Perhatikan gambar 4).

Gambar 4. Sebuah sel dalam (a) larutan isotonik, (b) larutan hipotonik, dan (c) larutan hipertonik. Sel tetap tidak berubah dalam (a), mengembung dalam (b), dan mengerut dalam (c)

0 komentar: